Berkesempatan
menyaksikan film Indonesia yang diangkat dari kisah nyata, WR Soepratman
merupakan hal yang sangat luar biasa. Film ini mengisahkan tentang bagaimana
penciptaan lagu Indonesia Raya disaat adanya penjajahan Belanda di tanah air
kita tercinta yaitu Indonesia. Tak jarang banyak orang untuk menyaksikan film
ini yang kaya akan makna sejarah yang luar biasa.
![]() |
| Kopi Jogja |
Sekitar
jam setengah 6 sore kami berlima ramai-ramai janjian untuk nobar film Wage di
Empire XXI. Sebelum memasuki cinema 5 kami pun berkesempatan untuk foto-foto
terlebih dahulu, karena film diputar sekitar jam 18.45. Setelah puas berfoto
kami pun masuk ke cinema 5 menunggu pemutaran film dimulai.
![]() |
| Sebelum film diputar selfi dulu bareng mas Rangga Almahendra (penulis novel 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika) |
Film
ini bercerita tentang pemuda pribumi yang berasal dari Purworejo dengan hobi
bermain biola yang mempunyai rasa nasionalisme tinggi terhadap bangsa
Indonesia. WR Soepratman merupakan seorang pemuda yang cinta tanah air dan
pencipta lagu Indonesia Raya. Lagu kebangsaan Indonesia ini pertama kali
dikumandangkan pada saat Kongres Pemuda II bersamaan dengan pengucapan Sumpah
Pemuda sekaligus sebagai simbol dan identitas bangsa Indonesia. Pada saat akan
menyanyikan lagu Indonesia Raya pun mengalami pro dan kontra dalam Kongres
tersebut. Pihak Belanda tidak ingin bangsa Indonesia menyanyikan lagu Indonesia
Raya dengan lirik, Belanda memberikan syarat boleh memperdengarkan lagu
tersebut tetapi tanpa lirik. WR Soepratman merupakan sosok pemuda cinta tanah
air dan apapun demi bangsanya akan ia lakukan. “Aku harus ikut berjuang demi
kemerdekaan ini dengan lagu dan biolaku. Untuk itu, aku pun harus terlibat
langsung dalam pergerakan kemerdekaan bangsa ini”. Semangat juang yang dimiliki
WR Soepratman bukan hanya menciptakan lagu Indonesia Raya saja namun ada
lagu-lagu lainnya, seperti RA Kartini, Indonesia Wahai Ibuku, Dari Sabang
Sampai ke Timur dan Di Timur Matahari. Lagu-lagu tersebut digubah oleh WR
Soepratman untuk menggelorakan rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia.
Selain itu WR Soepratman juga aktif dalam organisasi kepemudaan, dan menjadi
jurnalis untuk menyuarakan penderitaan rakyat Indoensia selama dijajah oleh
Belanda. Setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan pada Kongres Pemuda II, WR
Soepratman menulis novel roman yang berjudul tentang Perawan Desa dalam roman
tersebut berisi tentang ketidakadilan Belanda terhadap orang pribumi.
Film
ini mengambil lokasi di Semarang, Klaten, Yogyakarta, Purworejo dan Magelang. Dalam
pengambilah film biopik “Wage” lokasi yang dijadikan untuk shooting sangat pas,
dengan bangunan peninggalan pada masa Kolonial. Jika menonton film ini
benar-benar terasa masuk dalam masa Kolonial. Film ini patut sekali ditonton
untuk anak-anak hingga orang tua karena dalam film ini kita bisa tahu bagaimana
perjuangan WR Soepratman dalam menciptakan lagu Indonesia Raya yang sampai
sekarang ini menjadi simbol dan identitas negeri kita tercinta. Semua orang
wajib nonton film yang berunsur sejarah, zaman sekarang ini banyak orang yang
tak mau menonton film sejarah yang disangka hanya membosankan saja namun
sebenernya film sejarah sendiri kaya akan makna di dalamnya.
Jika
ditanya, bagaimana perasaan anda setelah nonton film Wage ini ?
Perasaan
saya sangat senang, akhirnya ada sebuah film yang menceritakan seorang komponis
besar di negeri ini. Dan kita semua wajib nonton, film ini memberikan kita
pembelajaran juga untuk orang-orang sekarang ini mau lebih belajar apa itu yang
namanya sejarah dan menghargai pahlawan-pahlawan yang dulu telah memperjuangkan
Bangsa ini merdeka hingga sampai sekarang ini.
![]() | |||||||||||||||
| Foto bareng mas Rendra pemeran WR Soepratman |


